Skip to main content

Tips Agar Tidak Grogi Saat Menjadi Saksi di Persidangan

Tips Agar Tidak Grogi Saat Menjadi Saksi di Persidangan

Bangdidav.com - Pentingnya keterangan saksi dalam menyelesaikan suatu perkara baik di tingkat penyidikan hingga persidangan;

Menurut Pasal 184 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), selain barang bukti keterangan saksi merupakan salah satu alat bukti yang sah, sehingga membuat perkara tersebut menjadi terang;

Dalam KUHAP, seorang saksi adalah siapapun yang melihat, mendengar, mengalami sendiri atau mengetahui langsung suatu kejadian tindak pidana;

Contohnya seorang korban pencurian akan melaporkan kejadian yang dialami ke pihak kepolisian;

Oleh karena itu ia harus bersedia dipanggil menjadi saksi korban baik saat memberikan keterangan di Penyidik, Penuntut Umum hingga di Persidangan;

Namun perlu diketahui, menjadi seorang saksi tidaklah mudah karena dibutuhkan kekuatan mental untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja memojokkan saksi itu sendiri;

Karena terdapat sanksi hukum yang dapat dijatuhkan kepada saksi yang memberikan keterangan palsu / sumpah palsu;


Selain itu juga saksi akan disumpah berdasarkan agama dan kepercayaan untuk memberikan keterangan yang benar;

Oleh karena untuk memberikan keterangan, saksi haruslah dalam keadaan tenang, sehat dan tanpa paksaan dari pihak manapun;

Tips Agar Tidak Grogi Saat Menjadi Saksi di Persidangan


Menurut pengalaman Penulis, yang kebetulan bekerja di bidang peradilan, yang sudah terbiasa mengikuti persidangan;

Ada beberapa tips agar tidak gugup / grogi saat menjadi saksi di Persidangan;

1. Persiapkan fisik dan mental

Fisik dan mental sangatlah penting saat menjadi saksi guna memberikan keterangan yang benar di persidangan;

Jika kedua hal tersebut tidak dipersiapkan, maka bisa saja membuat Anda menjadi gugup / grogi saat memberikan keterangan;

Sehingga apa yang akan diterangkan jadi tidak maksimal dan tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya;


Selain itu, pertanyaan-pertanyaan dari Penuntut Umum atau Penasihat Hukum Terdakwa yang biasanya bernada tinggi dan terkadang memojokkan;

Oleh karena itu jika Anda merasa tidak sehat dan belum siap dihadirkan sebagai saksi, Hakim akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk mempersiapkan keterangannya;

2. Berikan keterangan yang sebenarnya

Iktikat baik saat menjadi saksi adalah hal yang sangat penting agar tidak grogi saat dimintakan keterangan;

Anda harus memberikan keterangan yang sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang Anda lihat, dengar dan dialami atas suatu tindak pidana;

Jika benar katakan benar, jika salah katakan salah dan jika ragu-ragu katakan tidak tahu;


Dengan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya maka saat menjawab pertanyaaan, Anda akan merasa rileks dan lancar;

Jangan pernah sekali-kali mengarang cerita yang bertujuan untuk menjatuhkan seseorang karena dilandasi rasa benci yang mendalam;

Sehingga dapat menyulitkan persidangan dengan keterangan yang berbelit-belit;

Selain itu ada sanksi pidana bagi saksi yang memberikan keterangan palsu atau sumpah palsu;

3. Memahami betul-betul kejadian yang akan diterangkan

Dengan memahami kejadian tindak pidana yang dialami, dilihat dan didengar, Anda akan memberikan keterangan dengan lancar tanpa rasa grori;

Ada beberapa contoh pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan oleh Hakim, JPU dan Penasihat Hukum di dalam persidangan, antara lain :
  • Kapan dan dimana kejadiannya?
  • Barang berupa apa yang hilang?
  • Darimana saudara mengetahui kejadian tersebut?
  • Berapa kerugian yang saudara alami?
  • Siapa yang melakukan perbuatan tersebut? dan lain sebagainya;

Selain itu Anda juga dapat meminta kepada Jaksa untuk meminjam dan membaca ulang keterangan saksi yang ada didalam Berita Acara Penyidikan (BAP) polisi;

Dengan begitu Anda dapat mengingat kembali keterangan yang pernah diberikan sehingga tidak akan membuat Anda kebingungan;

3. Berkonsultasi kepada pihak-pihak berkompeten

Tips selanjutnya agar tidak grogi / gugup saat memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan adalah berkonsultasi;

Anda dapat berkonsultasi dengan orang-orang yang berkompeten dalam perkara tersebut seperti Penuntut Umum atau Pengacara;

Minta pendapat tentang apa yang akan ditanyakan di dalam persidangan nantinya, dengan begitu akan akan merasa rileks;

4. Konsisten terhadap keterangan

Dalam memberikan keterangan di dalam persidangan haruslah konsisten terhadap jawaban;

Jangan sekali-kali memberikan keterangan yang berbelit-belit dan berubah-ubah;


Hal tersebut untuk mengahidari agar Anda tidak dicecar dengan pertanyaan-pernyataan yang lain sehingga akan menyulitkan Anda sendiri;

5. Sampaikan kepada Hakim jika merasa terancam

Biasanya Penuntut Umum atau Penasihat Hukum menggunakan triknya untuk menggiring agar saksi memberikan keterangan sesuai dengan apa yang ia harapkan;

Seperti menggunakan nada tinggi hingga menggunakan pertanyaan-pernyataan yang intimidatif dan menjebak;

Perlu Anda ketahui bahwa ada hak saksi yang dilindungi di dalam persidangan, saksi dapat menyampaikan kepada Hakim bahwa pertanyan-pertanyaan yang diajukan bernada menjebak dan Anda merasa terancam;


Hakim akan memperingatkan Penuntut Umum atau Penasihat Hukum untuk mengganti pertanyaannya;

Demikianlah beberapa tips agar tidak grogi saat menjadi saksi di persidangan yang dapat kami bagikan;

Semoga kita semua terhindar di permasalahan hukum;

Dan semoga artikel ini dapat dijadikan referensi hukum bagi Anda dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang sedang dihadapi;
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar