Skip to main content

Contoh Surat Permohonan Penetapan Ahli Waris di Pengadilan


Bangdidav.com - Masalah waris merupakan masalah yang kompleks di dalam kehidupan bermasyarakat kita saat ini;

Permasalahan waris timbul saat salah satu keluarga / orangtua meninggal dunia, sehingga harta benda bahkan hutang piutang yang ditinggal akan menjadi hak ahli warisnya;

Namun untuk mendapatkan penetapan ahli waris, tidak dapat begitu saja dibuat oleh ahli warisnya namun harus terlebih dahulu memperoleh penetapan mengenai ahli waris;

Banyak masyarakat awan yang salah mengartikan bahwa penetapan ahli waris dapat dibuat oleh RT atau Lurah setempat;


Penetapan ahli waris bukanlah merupakan kewenangan dari RT atau Lurah setempat, namum merupakan wewenang dari Pengadilan;

Contoh Surat Permohonan Penetapan Ahli Waris


Namun banyak kasus yang ditemui, masyarakat masih banyak yang kebingungan kemana surat permohonan penetapan ahli warisnya di ajukan;

Apakah ke Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama?


Nah, sebelum bangdidav membagikan contoh surat permohonan penetapan ahli waris, ada baiknya kita mengetahui kemana Pemohon atau ahli waris mengajukan permohonannya;

Untuk mengajukan permohonan ahli waris, Pemohon mengetahui dulu kemana surat permohonannya diajukan;

Bagi Pemohon atau ahli waris yang beragama Islam (Muslim), surat permohonan penetapan ahli waris diajukan ke Pengadilan Agama setempat;

Berdasarkan pasal 49 huruf b UU No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (“UU Peradilan Agama”) disebutkan bahwa:

“…Pengadilan agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang.....b. waris"

Sedangkan berdasarkan pasal 833 KUHPerdata, untuk Pemohon atau ahli waris yang beragama non muslim, surat permohonan diajukan ke Pengadilan Negeri setempat;

Selanjutnya Pemohon mendatangi Kantor Pengadilan (Negeri/Agama) dan mendaftarkan permohonannya di Kepaniteraan Perdata / Permohonan;


Persyaratan mengajukan permohonan penetapan ahli waris


Pada dasarnya, untuk persyaratan mengajukan permohonan penetapan ahli waris baik di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama tidak jauh berbeda;

Permohonan dapat diajukan oleh Pemohon atau kuasa yang ditunjukan dengan melampirkan persyaratan atau bukti surat sebagai berikut :
  1. Surat Permohonan Penetapan Ahli Waris;
  2. Fotocopy KTP para Pemohon (Ahli Waris);
  3. Surat Kuasa (Jika menggunakan kuasa); 
  4. Fotocopy Akta kematian;
  5. Surat keterangan ahli waris / Silsilah ahli waris (desa);
  6. Surat pengantar dari desa;
  7. Fotocopy Keperluan pembuatan ahli waris;
  8. Fotocopy Kartu Keluarga (yang meninggal); 
  9. Fotocopy Buku Nikah (yang meninggal);



Fotokopi bukti surat tersebut diatas harus ditempeli atau dibubuhi materai Rp. 6.000,- dan di stempel atau cap pos sebagai syarat sah sebagai bukti surat di persidangan;

Selain mengajukan bukti-bukti surat, Pemohon atau ahli waris juga nantinya diwajibkan untuk menghadirkan saksi-saksi untuk didengar keterangannya;

Saksi-saksi (dewasa) yang dihadirkan haruslah benar-benar mengetahui maksud dan tujuan Pemohon mengajukan permohonan penetapan ahli waris tersebut;

Dengan begitu akan membuat Hakim yang memeriksa dan memutus perkara yakin dan mengabulkan permohonan penetapan ahli waris yang diajukan;


Agar permohonan penetapan ahli waris dikabulkan, surat permohonan yang diajukan dengan baik dan benar, juga memegang peran penting agar permohonan dapat dikabulkan;

Contoh Surat Permohonan Penetapan Ahli Waris di Pengadilan


Muntok, .............. 

Kepada
Yth.Ketua Pengadilan Agama ......
Di 
  ........

Perihal : Permohonan Penetapan Ahli Waris

AssalamualaikumWr.Wb.

Kami  yang bertanda tangan di bawah ini :
  1. ...........bin...........   , Tempat/Tgl. Lahir......umur....tahun, agama Islam, pekerjaan...................., tempat kediaman di Jl. ....No. ...., RT. ...RW...., Kelurahan ...., Kecamatan ....,.Kota/Kab......, Sebagai Pemohon I.
  2. ...........binti...........   , Tempat/Tgl. Lahir......umur....tahun, agama Islam, pekerjaan...................., tempat kediaman di Jl. ....No. ...., RT. ...RW...., Kelurahan ...., Kecamatan ....,.Kota/Kab......, Sebagai Pemohon II.
  3. ...........bin...........   , Tempat/Tgl. Lahir......umur....tahun, agama Islam, pekerjaan...................., tempat kediaman di Jl. ....No. ...., RT. ...RW...., Kelurahan ...., Kecamatan ....,.Kota/Kab......, Sebagai  Pemohon III.
  4. ...........binti...........   , Tempat/Tgl. Lahir......umur....tahun, agama Islam, pekerjaan...................., tempat kediaman di Jl. ....No. ...., RT. ...RW...., Kelurahan ...., Kecamatan ....,.Kota/Kab......, Sebagai Pemohon IV.


Pemohon I, II, III dan IV untuk selanjutnya disebut Para Pemohon

Dengan ini hendak mengajukan Permohonan Penetapan Ahli Waris dari ..............bin/binti..............(sebutkan nama pewaris)
Adapun yang menjadi dasar / alasan dari Permohonan Penetapan Ahli Waris ini adalah sebagai berikut :
1. Bahwa pada tanggal............. telah meninggal dunia anak/ayah kandung/suami dari Para Pemohon yang bernama.........................di ....... karena ..... (misalnya:sakit) dan dalam keadaan beragama Islam, tempat kediaman terakhir di ............, Surat Keterangan Kematian Penduduk WNI No. ................... tertanggal................. yang dikeluarkan oleh ...... (dokter RS, Camat) ................ pada tanggal ................... Sebagai Pewaris.

2. Bahwa, ketika Pewaris wafat ayahnya yang bernama............ meninggal dunia lebih dahulu yaitu pada tanggal.............. dan ibunya yang bernama.............. hingga kini masih hidup;

3. Bahwa, semasa hidupnya Pewaris telah menikah 1 (satu) kali yaitu dengan ...................... pada tanggal ....................... (sesuai dengan kutipan akta nikah Nomor : ......................... yang dikeluarkan oleh KUA Kecamatan................), pada saat wafatnya Pewaris masih sebagai Suami dan dari pernikahan tersebut telah dikaruniai  ............ orang anak yang bernama  ................ dan .....................;

4. Bahwa, Pewaris .............. yang telah meninggal dunia pada tanggal.......... meninggalkan ahli waris sebagai berikut :
a. ...................(sebagai ibu kandung).
b. ...................(sebagai istri).
c. ...................(sebagai anak laki-laki kandung).
d. ..................(sebagai anak perempuan kandung)

5. Bahwa, Para Pemohon kesemuanya beragama Islam.

6. Bahwa Pewaris telah meninggalkan harta berupa :.......... (uraikan seluruh harta pewaris baik harta tidak bergerak, harta bergerak dan tabungan/deposito dll);

7. Bahwa Pewaris telah meninggalkan hutang berupa ...... kepada .... (uraikan semua hutang);

8. Bahwa, maksud Para Pemohon mengajukan permohonan ini mohon untuk ditetapkan siapa Ahli Waris yang Mustahak dari Pewaris................. sesuai Hukum Waris Islam.


Bahwa, berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, Para Pemohon mohon agar ditetapkan Ahli Waris dari Pewaris..............., oleh karena Para Pemohon merupakan ahli waris yang sah dari Pewaris ..................., oleh karena itu Para Pemohon mohon kepada Ketua Pengadilan Agama ...... atau Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini dan berkenan menetapkan sebagai berikut :

Primer :
1. Mengabulkan permohonan Para Pemohon.
2. Menetapkan ............(pewaris) telah meninggal dunia pada tanggal ........... di .................
3. Menetapkan ahli waris yang dari Pewaris ................... adalah :
    a....................(sebagai ibu kandung).
    b....................(sebagai istri).
    c....................(sebagai anak laki-laki kandung).
    d...................(sebagai anak perempuan kandung).
4.Menetapkan harta warisan ... (pewaris) adalah : ..... (sebutkan harta pewaris)
5.Menetapkan bagian masing-masing Ahli Waris sesuai dengan faraid Hukum Waris Islam.
6.Menetapkan biaya perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Subsider :

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon penetapan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Demikian permohonan ini kami ajukan, semoga majelis hakim dapat mengabulkan dan terima kasih. 

Wassalamu’alaikumWr.Wb.

Hormat kami,
Para Pemohon :

1.................. (nama)

2....................(nama)

3....................(nama)

4......................(nama)


Demikianlah contoh surat permohonan penetapan ahli waris yang dapat kami bagikan, semoga dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi hukum dalam mengatasi permasalahan hukum yang sedang dihadapi;

Sekian 

Terima Kasih,,


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar