Skip to main content

10 Rahasia Sistem Pendidikan di Jepang, Sukses Menciptakan Manusia-Manusia Hebat


Bangdidav.com - Jepang adalah sebuah negara di Asia yang terkenal dengan manusianya yang cerdas;

Selain tingkat kecerdasannya di atas rata-rata dibandingkan dengan negara-negara lainnya di dunia, Jepang juga terkenal dengan tingkat kesehatan, kesopanan dan kesejahteraannya masyarakatnya yang tinggi;

Kita ketahui bahwa Jepang sempat terpuruk sejak tragedi bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh Negara Sekutu pada tanggal 6 Agustus 1945;

Akibatnya Jepang hancur dan porak poranda, rakyatnya sempat mengalami kesengsaraan yang berkepanjangan;

Baca Juga : 7 Trik Jitu Agar Ujian TOEFL dan IELTS Mendapat Hasil Maksimal

Hal itu diakibatkan oleh efek radiasi dari ledakan bom atom yang bertahun-tahun dialami oleh masyarakat Jepang;

10 Rahasia Sistem Pendidikan di Jepang


Namun seiringnya waktu, Jepang memiliki metode untuk mampu bangkit dari keterpurukannya dan hingga sekarang menjelma menjadi negara yang sangat maju;

Salah satu metode istimewa yang dibangun oleh Jepang adalah pengembangan mental Sumber Daya Manusianya (SDM);

Tentunya kita bertanya-tanya, kok bisa Jepang menghasilkan orang-orang yang cerdas dan mampu bersaing dengan negara-negara yang terlebih dahulu maju;

Baca Juga : 5 Cara Bijak Mengatur Keuangan Untuk Perjalanan Liburan

Tidak banyak yang tahu, di balik kemajuannya ternyata Jepang memiliki rahasia dalam menciptakan manusia-manusia cerdas sejak dini dari sistem pendidikannya, mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi;

1. Dididik Sopan Santun dan Tata Krama terlebih dahulu;


Sebelum anak-anak mereka menimba atau menggali ilmu pengetahuan, anak-anak mereka lebih ditekankan untuk membiasakan sopan santun dan tata krama terlenih dahulu;

Di Sekolah- sekolah Jepang tidak ada pemberian ujian atau tes hingga mereka menginjak kelas IV atau berusian 10 tahun;

Bagi anak-anak berusia di bawah 10 tahun, mereka hanya diberikan ujian atau tes ringan namun bukan tes untuk kenaikan kelas;

Sehingga mereka memiliki waktu luang untuk membangun atau mendalami tingkah laku dan mengembangkan karakter mereka ketimbang langsung terjun mendalami ilmu pengetahuan;

Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang lain dan bersikap lembut kepada binatang dan alam;

Baca Juga : Kecanduan Gadget? Mungkin Kamu Menderita Sindrom ini

Para murid diajarkan bagaimana untuk menjadi orang yang murah hati, penyayang, dan empati;

Selain itu, anak-anak diajarkan untuk menjadi orang yang berkualitas, bisa mengontrol diri, dan keadilan;

2. Bulan April merupakan tahun awal akademik


Berbeda dengan di negara Indonesia, awal tahun akademik biasanya jatuh pada bulan Juni atau Juli;

Namun di negara Jepang, awal tahun ajaran baru baik Univeritas maupun sekolah-sekolah jatuh pada bulan April;

Sebab pada bulan April bertepatan dengan salah satu fenomena alam yang sangat indah di Jepang yaitu mekarnya bungan sakura;

Hal tersebut menandakan jika bunga sakura mekar maka mereka akan bersiap-siap untuk memulai hari pertama di sekolah;

Tahun akademik dibagi menjadi 3 trimester: 1 April - 20 Juli, 1 September - 26 Desember, dan 7 Januari - 25 Maret;

Baca Juga : Baik Buruknya Gadget bagi Perkembangan Anak dan Cara Mengatasinya

Siswa Jepang mendapatkan liburan selama 6 minggu selama musim panas, Mereka juga libur dua minggu di musim dingin dan musim semi;

3. Siswa terbiasa membersihkan sekolah sendiri

Siswa Jepang wajib membersihkan sekolah. Photo by www.cerpen.co.id

Jiwa kemandirian anak-anak Jepang telah ditempa sejak mereka sekolah hingga perguruan tinggi;

Di sekolah-sekolah bahwa tidak memiliki petugas kebersihan sebab anak-anak Jepang sudah terbiasa membersihkan sekolah mereka sendiri sebelum mereka menimban ilmu;

Mereka terbiasa bekerja sebagain tim dan membagi jadwal dengan menggunakan sistem rolling untuk membersihkan sekolah mereka;

Dengan begitu siswa-siswa akan terbiasa untuk bekerja sama, saling membantu dan bertanggung jawab serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah layaknya rumah sendiri;

Baca Juga : Tips Jitu Menghadapi Buah Hati Yang Sedang Marah

Sehingga dengan begitu, anak-anak akan terbiasa bekerja secara tim, nyaman dan dapat menangkap pelajaran yang diberikan dengan baik;

4. Makan siang bersama di dalam kelas


Hal yang jarang dilakukan di negara-negara lainnya termasuk Indonesia, Di Jepang, siswa-siswa dibiasakan untuk menumbuhkan jiwa kebersamaan dengan selalu memanfaatkan jam makan siang bersama di dalam kelas;

Dengam menu-menu yang sehat yang disedikan oleh sekolah, siswa-siswa maupun guru-guru akan membawa makan siang mereka ke dalam kelas dan makan bersama;

Dengan sistem pendidikan Jepang melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa para siswa makan makanan yang sehat dan seimbang;

Baca Juga : FAKTA! Semakin Erat Persahabatannya, Semakin Kasar Pula Ucapannya

Sehingga membiasakan siswa-siswa untuk tidak membeli dan memakan makanan yang tidak sehat yang akan mengganggu kualitas kesehatan anak;

5. Kebiasaan belajar kelompok


Belajar kelompok merupakan salah satu kebiasaan yang diturunkan kepada siswa-siswa sejak dini;

Mereka terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau mengikuti les tambahan secara bersama-sama dengan cara membuat kelompok-kelompok kerja;

Kelompok-kelompok ini belajar bersama di malam hari. Melihat sekelompok anak-anak kecil yang bergerombol di malam hari adalah hal biasa di Jepang. Mereka baru pulang dari belajar kelompok;

Siswa di Jepang bersekolah selama 8 jam, tetapi setelah itu mereka tetap belajar sendiri, bahkan selama liburan dan akhir pekan;

Baca Juga : 10 Keinginan Anak Yang Tidak Bisa Ia Ucapkan

Tidak heran jika siswa di negara ini hampir tidak pernah mengulang kelas di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, atau sekolah menengah atas.

6. Tetap menjaga budaya tradisional


Menjaga tradisi budaya merupakan hal yang wajib ditanamkan kepada anak-anak Jepang baik di dalam sekolah maupun di luar lingkungan sekolah;

Kaligrafi Jepang, atau Shodo, dibuat dengan cara mencelupkan kuas dari bambu ke dalam tinta dan dituliskan di atas kertas. Bagi orang Jepang, Shodo adalah seni yang tidak kalah populer dengan melukis.

Selain itu, mereka juga belajar Haiku, puisi yang menggunakan ekspresi sederhana untuk menyampaikan emosi yang mendalam kepada pembaca.

Sekolah tetap mengajarkan kedua hal tersebut kepada anak-anak untuk menghormati budaya mereka dan tradisi yang telah turun temurun selama berabad-abad;

Baca Juga : 7 Ciri Gangguan Kejiwaan Ringan Akibat Kecanduan Medsos

Di Indonesia, khususnya Jawa, orang-orangnya bahkan sudah tidak mengenal lagi tulisan 'honocoroko,' . Tidak ada penekanan agar orang lokal harus menjaga huruf dan tulisan lokal.

7. Punya seragam nasional

Seragam Nasional Siswa Jepang. Photo by www.idntimes.com

Hampir semua sekolah menengah pertama di jepang mengharuskan muridnya mengenakan seragam sekolah.

Setiap sekolah memiliki seragam sendiri, tapi juga harus punya seragam sekolah nasional Jepang.

Seragam anak laki-laki bergaya seperti militer dan anak-anak perempuan seperti pelaut.

Kebijakan seragam dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan sosial di kalangan siswa.

Yang kaya maupun yang miskin berpakaian sama. Dengan berseragam juga bisa untuk membiasakan diri dengan suasana kerja yang baik;

Baca Juga : Akibat Kurang Minum Air Putih Saat Berpuasa

Selain itu, mengenakan seragam sekolah membantu meningkatkan rasa kebersamaan di antara anak-anak.

8. Tingkat kehadiran sekolah di Jepang adalah sekitar 99,99%

Keseriusan siswa Jepang saat belajar. Photo by www.akibanation.com

Mungkin kita semua pernah membolos saat sekolah, meskipun cuman sekali saja. Tapi tak ada kata bolos untuk siswa Jepang. Mereka juga jarang datang terlambat ke sekolah.

Selain itu, sekitar 91% siswa di Jepang melaporkan bahwa mereka tidak pernah, mengabaikan apa yang diajarkan guru.
Hanya 9% dari siswa Jepang yang tidak memperhatikan gurunya saat diajar di kelas.

Tidak banyak negara lain yang dapat membanggakan statistik seperti itu.

9. Ada satu tes yang akan menentukan masa depan siswa

Siswa Jepang Ujian. Photo by today.line.me

Di akhir sekolah menengah, siswa Jepang harus mengikuti ujian yang sangat penting yang akan menentukan masa depan mereka.

Seorang siswa dapat memilih satu perguruan tinggi yang ingin mereka tuju, dan perguruan tinggi itu memiliki persyaratan nilai tertentu.

Jika seorang siswa tidak mencapai nilai itu, mereka mungkin tidak bisa kuliah. Persaingannya sangat tinggi, hanya 76% siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya setelah mereka lulu SMA;

Baca Juga : Waspadai Pikun Di Usia Dini dan Cara Mencegahnya

Tidak mengherankan bahwa periode persiapan untuk masuk ke lembaga pendidikan tinggi dijuluki 'ujian neraka'. Itulah kenapa orang jepang terpacu dan bersemangat untuk belajar.

10. Masa kuliah adalah 'liburan' terbaik dalam hidup

Mahasiswa Jepang saat kuliah. Photo by hotel.jalan2.com

Setelah melewati 'ujian neraka,' siswa Jepang biasanya beristirahat sebentar. Di negara ini, kuliah sering dianggap sebagai masa terindah dalam hidup seseorang.

Terkadang, orang Jepang menyebut periode ini dengan 'liburan' sebelum bekerja.

Demikianlah 10 rahasia sistem pendidikan di jepang. Kapan yah Indonesia bisa menerapkan sistem tersebut.

Bisa makan siang bareng sama guru di kelas, bisa belajar adab dan tata krama, bisa disiplin dan yang lainnya....

Semoga saja sistem pendidikan di Indonesia kedepannya bisa menjadi nomor satu di dunia... aminnnnn...

Jangan lupa dishare ya biar pada bisa ningkatin kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia.....
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar