Skip to main content

Baik Buruknya Gadget bagi Perkembangan Anak dan Cara Mengatasinya

Di jaman millenial ini tentunya kita tidak bisa lagi terlepas dari yang namanya Gadget.

Dengan kegunaan yang multi fungsi sangat membantu dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai dari menonton, mendengarkan musik, mencari informasi dan sebagainya;

Baik Buruknya Gadget bagi Perkembangan Anak dan Cara Mengatasinya


Gadget kini tidak hanya merupakan alat komunikasi belaka tetapi juga sebagai alat hiburan seperti bermain games.

Tersedianya Games di perangkat ini tentunya menarik perhatian anak kita untuk ingin memilikinya juga;

Nah, kali ini Bang Didav akan membagikan informasi mengenai baik buruknya Gadget bagi perkembangan Anak yang terdiri dari efek positif dan negatif;

Efek Positif


1. Memperluas Pengetahuan Anak


Gadget yang memiliki kemampuan luar biasa canggih tentunya sangat membantu Anak untuk memperoleh informasi secara cepat dan mudah;

Misalnya ketika Anak mencari informasi mengenai tugas sekolah ia tinggal mencarinya di internet, semakin lama pengetahuan Anak akan semakin bertambah;

2. Menambah Teman


Selain digunakan untuk mencari infomrasi, Gadget juga dapat digunakan sebagai media sosial sehingga dengan mudah Anak akan mendapatkan teman baru atau berkomunikasi dengan sesama temannya;

3. Mempermudah berkomunsikasi;

Alat komunikasi yang satu ini memiliki jangkauan yang sangat luas hingga ke ujung dunia bahwa luar angkasa.

Dengan Gadget kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja tanpa mengenal jarak dan waktu;

4. Melatih kreativitas Anak


Games atau permainan yang disediakan pada aplikasi Gadget yang membantu Anak untuk melatih kreativitas.

Dengan tingkat tantangan yang tinggi dapat menstimulasi otak anak dalam menyelesaikan suatu tantangan, tapi tentunya dalam koridor yang wajar (tidak berlebihan);

Efek Negatif


1. Mengganggu Kesehatan


Efek radiasi yang dihasilkan dari Gadget sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih berusia di bawah 5 tahun;

Efek radiasi dari Gadget dapat menyebabkan penyakit seperti kanker, ganggunan pada mata dan sebagainya;

2. Dapat mengganggu proses belajar


Dengan fitur yang disediakan oleh Gadget seperti kamera, video, Games dan sebagainya anak akan tidak fokus terhadap pelajaran di sekolah.

Sebagai contoh anak akan sibuk sendiri dengan Gadgetnya ketika guru sedang menjelaskan pelajaran di depan;

3. Rawan tindak kejahatan


Dengan gadget orang anak sangat mudah mencari informasi kapan dan dimana keberadaan seseorang sehingga rawan kejahatan;

Seperti contoh kasus penculikan, pembunuhan bahkan pencabulan, sehingga akan sangat berbahaya bagi anak-anak yang bermain gadget tanpa didampingi oleh orangtua;

4. Dapat berpengaruh pada perilaku anak;


Informasi dari gagdet yang lengkap serta serba ada sangat berpengaruh besar pada perilaku anak, jika salah dalam penggunaannya maka akan sangat berbahaya;

Dengan konten-konten yang disediakan di dalamnya seperti yang berkonten kekerasan hingga pornografi.

Hal tersebut sangat lah tidak baik bagi perkembangan anak;

5. Membuat anak menjadi malas melakukan aktifitas


Anak yang terlalu asik menonton Gadget hingga seharian penuh akan mengabaikan kegiatan yang lain seperti bermain, berolahraga, dan berkomunikasi sehingga menjadi malam untuk melakukan aktifitas lain selain bermain gadget;

6. Membuat anak menjadi anti sosial


Bermain Gadget dengan durasi yang sangat panjang dan kontinue dapat memjadi anak sebagai seorang yang antisosial.

Bagaimana tidak anak yang asik bermain gadget akan mengabaikan orang-orang yang berada disekitarnya sehingga membuat anak tidak memiliki jiwa simpati dikarekan waktunya tersita dalam kesendirian;

Cara mengatasi baik buruknya efek Gadget bagi perkembangan Anak


Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi. (2013) menjelaskan cara-cara yang harus dilakukan oleh orang tua ialah sebagai berikut :

1. Pilih jenis tontonan sesuai usia


Sebagai orangtua tentunya sangat penting untuk memfilterisasi pengenalan dan penggunaan Gadget bagi anak;

Penggunaan Gagdet harus diberikan kepada anak sesuai dengan umurnya.

Seperti contoh untuk anak berusia dibawah 5 tahun perkenalkan anak dengan gadget untuk memperkenalkan anak pada warna, bentuk dan suara;

Namun sebagai orangtua tentunya harus mengontrol anak jangan bermain terlalu lama;

Otak anak yang berusia di bawah 5 tahun sedang dalam perkembangan yang baik terutama ransangan motorik dan sensoriknya, seperti berjalan, berlari, bermain dan sebagainya jika terpapar oleh efek dari Gadget ini tentunya akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya;

Yang berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan menggerakkan anggota tubuh lainnya.

Di bagian otak belakang, ada yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur pusat kesenangan dan kenyamanan.

Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin.

Kecanduan berhubungan dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dan kontinyu;

Akibatnya, ke depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain gadget, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.

2. Batasi waktu 


Anak usia di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gadget. Tapi harus diperhatikan durasi pemakaiannya.

Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya pada saat senggang.

Contohnya, kenalkan gadget seminggu sekali, misalnya hari Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang lain;

Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka.

Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10 tahun) orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget.

Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan.

Jadi, kalau tadinya cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orangtua, kini setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam, boleh main games  atau browsing mencari informasi.

Intinya, kalau orang tua sudah menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra remaja, anak akan bisa menggunakan gadget  secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget.

3. Hindarkan kecanduan


Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil.

Maka sampai remaja pun ia akan melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini sudah terbentuk.

Ini sebabnya, orang tua harus ketat menerapkan aturan ke anak, tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orangtua harus menerapkan reward and punishment. 

4. Beradaptasi dengan lingkungan


Mengajak anak bermain dan berinteraksi dengan lingkungan merupakan salah satu cara untuk mengatasi anak kecanduan Gadget.

Dengan bermain dan berinteraksi perhatian akan lama kelamaan akan teralihkan sehingga anak tidak selalu menggunakan Gadget untuk mengisi waktu luangnya;

Kontrol orangtua sangat dibutuhkan sebab anak akan sangat menikmati jika bermain bersama dengan orangtuanya, seperti bercerita, berlari, bersepeda, bertamsya dan sebagainya;

Demikianlah sedikit paparan mengenai Baik Buruknya Gadget bagi Perkembangan Anak dan Cara Mengatasinya;

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita terutama bagi orangtua jaman now agar lebih selektif memilih media hiburan dan pendidikan bagi anak;

Sekian..

Terima Kasih..
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar