Skip to main content

Waspadai Pikun Di Usia Dini dan Cara Mencegahnya


Pernah kah kamu mengalami suatu waktu ketika kamu sedang berada di suatu tempat, lalu bertemu dengan seseorang yang menyapa;

Lalu seseorang tersebut seperti begitu akrab dan sudah lama kenal dengan kamu dan bercerita panjang lebar;

Pikun Di Usia Dini dan Cara Mencegahnya

Namun di satu sisi, kamu sama sekali tidak kenal atau lupa dengan orang tersebut sehingga membuatmu agak sedikit canggung;

Setelah orang tersebut bercerita panjang lebar, baru kamu menyadari bahwa memang kamu pernah bertemu dengan orang tersebut;

Atau suatu ketika kamu lupa meletakkan atau menyimpan suatu benda yang baru saja kamu pegang atau letakkan;

Hal tersebut bisa jadi merupakan gejala bahwa kamu mengalami sedikit penurunan kemampuan mengingat;

Tidak ada yang menjamin bahwa penurunan daya ingat atau lebih sering disebut dengan istilah pikun hanya menyerang orang yang sudah tua saja;

Namun di jaman milenial ini, berbagai faktor penyebab pikun juga dapat menyerang kaula muda;

Pengertian Pikun


Pikun atau Demensia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh memburuknya atau matinya kemampuan sel-sel otak yang bukan merupakan bagian dari proses penuaan biasa;

Pikun atau Demensia selain dapat mengakibatkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental, juga dapat menurunkan tingkat intelektual seseorang sehingga dapat mengganggu kepribadian seseorang;

Hingga sekarang, Penyakit pikun atau Demensia belum ditemukan obatnya namun dapat diminimalisir dengan terapi; 

Jumlah penderita pikun atau dimenasi semakin hari semakin bertambah, menurut survei pada tahun 2015 penderita pikun atau demensia berjumlah kurang lebih 1,2 juta orang;

Dan diperkirakan akan jauh bertambah menjadi 2 - 4 juta pada tahun 2030 mendatang;

Untuk mengobati atau melakukan perawatan bagi penderita pikun atau demensia, rata-rata setiap keluarga di Indonesia harus mengeluarkan biaya hingga Rp.4-7 Juta / bulan;

Siapa Saja Penderita Pikun atau Demensia


Seperti yang diketahui, penyakit pikun atau dimenasi tidak ada menyerang kaum tua saja, namun juga dapat menyerang di semua usia;

Usia diatas 65 Tahun

Penyakit pikun atau demensia memang lebih sering ditemukan pada penderita dengan usia lanjut dengan usia lebih dari 65 tahun;

Hal ini disebabkan oleh menurunnya atau matinya sel-sel otak disebabkan oleh faktor penuaan;

Usia 15 - 54 Tahun

Selain menyerang usia lanjut, pada usia-usia produktif, penyakit pikun atau demensia juga tidak dapat luput dari penyakit ini;

Hal ini disebabkan bukan karena faktor penuaan, namun kebiasaan-kebiasaan yang dapat menurunkan tingkat daya ingat;

Usia 10 - 19 Tahun

Memang jarang ditemui, namun beberapa kasus pikun atau demensia dapat ditemukan pada usia dini;

Hal ini disebabkan beberapa faktor bawaan sejak lahir;

Penyebab Pikun atau Demensia


Adapun penyebab dari Pikun atau demensia, yang sering ditemui pada penderita penyakit ini adalah :

1. Kelelahan

Kelelahan atau kecapean merupakan salah satu faktor utama penyebab pikun atau demensia, hal ini disebabkan kurang istrihatnya sel-sel dalam otak;

Sehingga otak terus menerus bekerja yang dapat menyebabkan cepatnya sel-sel otak mati;

2. Mengkonsumsi Obat-Obatan

Mengkonsumsi obat-obatan juga dapat menurunkan tingkat daya ingat seseorang, seperti mengkonsumsi obat anti depresi dan obat penenang atau obat tidur;

3. Depresi Klinis

Sejenis gangguan kepribadian yang disebabkan karena tekanan atau kesusahan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari;

Depresi Klinik dapan disebabkan oleh kesedihan, kurangnya konsentrasi atau tidak pernah mendapatkan kesenangan yang biasa dinikmati (kurang piknik);

4. Kurang Tidur

Sama halnya dengan Kelelahan, tidak mendapatkan kenyenyakan dalam tidur juga dapat menyebabkan terserang penyakin pikun atau demensia;

5. Trauma Akibat Kecelakaan

Biasa kita jumpai pada seseorang yang pernah mengalami kecelakaan terutama cedera pada bagian kepala;

Hal ini disebabkan karena rusaknya sel-sel otak disebabkan karena benturan benda keras sehingga dapat menurunkan daya ingat;

6. Kurang Berolahraga

Kurang berolahraga dapat menyebabkan pikun atau demensia, hal ini disebabkan oleh minimnya suplay darah yang masuk ke otak;

Sehingga menyebabkan daya ingat seseorang yang kurang berolahraga menjadi menurun;

7. Penyakit Tertentu

Sebagian penyakit yang meningkatkan risiko demensia termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan tingkat kolesterol yang tinggi. 

Selain itu, penumpukan cairan yang berlebihan dalam otak karena infeksi atau tumor dapat mendukung pengembangan demensia;

8. Alkohol

Mengkonsumsi alkohol secara terus menerus dan berlebihan juga dapat menurunkan daya ingat seseorang sehingga sangat rentan terserang penyakit pikun atau demensia;

9. Kurang Bersosialisasi

Seseorang yang memiliki sifat anti sosial akan sangat rentan terserang pikun atau demensia;

Sebab ia akan sibuk melakukan hal atau sesuatu dengan sendirinya tanpa memperdulikan orang lain sehingga ia akan melupakan dunia luar;

Cara Mencegah Pikun atau Demensia


Hingga sekarang belum ditemukan obat untuk mengobati penyakin pikun atau demensia, namun kita dapat mencegah agar tidak  terserang pikun atau demensia di usia dini;

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung sengat penting untuk meningkatkan daya ingat, sebab semakin sehat jantung akan semakin baik memompa darah masuk ke otak;

Salah satunya tidur dan beristrahat yang cukup;

2. Berolahraga

Dengan melakukan olahraga secara rutin akan membuat tubuh dan jantung menjadi sehat, sehingga akan menurunkan resiko terserang pikun atau demensia;

3. Mengkonsumsi Makanan Bergizi

Mengkonsumsi makanan dan minuman dengan gizi yang seimbang seperti sayuran-sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk mencegah terserangnya penyakit pikun atau demensia;

4. Menstimulasi otak

Menstimulasi otak sangat baik untuk menjaga kinerja otak supaya bekerja dengan baik, contohnya melakukan permainan asah otak baik fisik maupun mental hingga spiritual;

5. Bersosialisasi

Bersosialisasi sangat penting untuk mencegah pikun atau demensia, sebab dengan bersosialisasi kita akan banyak mendapatkan teman sehingga banyak hal atau informasi yang dapat kita dapatkan;

Demikianlah artikel yang dapat penulis sampaikan, semaga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua;

Sekian

Terima Kasih..

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar