Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Contoh Surat Permohonan Wali dan Ijin Jual Bagi Anak Yang Belum Dewasa di Pengadilan Negeri

Bangdidav.com - Orangtua atau suami yang meninggal dunia dan meninggalkan harta warisan, otomatis akan jatuh ke anak dan istrinya;
Contoh Surat Permohonan Wali dan Ijin Jual Bagi Anak Yang  Belum Dewasa di Pengadilan Negeri

Contohnya, selama hidupnya seorang suami memiliki harta peninggalan berupa tanah dan bangunan, namun ketika ia meninggal dunia, kepemilikan tanah dan bangunan tersebut akan jatuh kepada ahli warisnya;


Ahli Waris dapat saja diberikan kepada orang-orang yang memang berhak menjadi ahli waris berdasarkan Undang-Undang yaitu :
1. Istri yang masih hidup;
2. Anak-anak Pewaris;
3. Orang yang ditunjuk didalam surat wasiat;
4. Orang yang ditunjuk oleh Hakim;

Surat Permohonan Wali dan Ijin Jual di Pengadilan Negeri


Dalam hal penguasaan harta warisan, akan terdapat suatu permasalahan jika salah satu ahli waris yang berhak masih di bawah umur atau masih belum dewasa menurut Undang-Undang;


Contohnya, jika istri dari pewaris ingin menjual tanah dan bangunan milik suaminya namun ia masih memiliki anak yang masih belum dewasa atau masih di bawah umur;

Oleh karena itu, ia tidak dapat serta merta menjual tanah dan bangunan milik suaminya tersebut tanpa mendapatkan izin dari Pengadilan;

Batas Usia Dewasa menurut Undang-Undang


Batas usia anak yang dianggap dewasa menurut beberapa perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yaitu :

1.  Hukum Perdata

Menurut pasal 330 KUHPerdata yaitu : 

“Belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun, dan lebih dahulu telah kawin.”


2. Kompilasi Hukum Islam

Menurut Kompilasi Hukum Islam pasal 9 ayat (1) yaitu :

“Batas usia anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah dua puluh satu tahun, sepanjang anak tersebut tidak cacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan.”

3. Undang-Undang Perkawinan

Menurut Undang-undang no. 01 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 47 ayat (1) yaitu :

“Anak yang belum mencapai umur 18 ( delapan belas ) tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada di bawah kekuasaan orang tuanya selama mereka tidak dicabut dari kekuasaannya.”

Dan pasal 50 ayat (1) yaitu :

“Anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan, yang tidak berada di bawah kekuasaan orang tua, berada di bawah kekuasaan wali.”


4. Undang-Undang Perlindungan Anak

Menurut Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 1 ayat (1) yaitu :

“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.”;

Pemohon harus mengajukan permohonan Wali dan Ijin Jual ke Pengadilan Negeri


Oleh karena itu, bagi istri yang ingin menjual tanah dan bangunan atau harta warisan suaminya yang telah meninggal dunia, ia harus mengajukan permohonan Wali dan Ijin Jual ke Pengadilan Negeri tempat ia berdomisili;

Permohonan Wali dan Ijin Jual yang diajukan ke Pengadilan Negeri bertujuan untuk mendapatkan penetapan dari Pengadilan perihal istri mewakili anak-anaknya untuk menjual harta peninggalan suaminya;


Alasan Mengajukan Permohonan Wali dan Ijin Jual


Ada banyak alasan seorang istri untuk mengajukan permohonan Wali dan Ijin Jual seperti keperluan perawatan anak, biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari dan lain-lain;

Namun di dalam memberikan alasan harus dibuat secara logis agar dapat dikabulkan oleh Hakim yang memeriksa perkara permohonan tersebut;


Persyaratan mengajukan permohonan Wali dan Ijin Jual


Untuk mengajukan permohonan Wali dan Ijin Jual harta peninggalan suaminya namun ia masih memiliki anak yang belum dewasa, Pemohon (istri) harus melampirkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
  1. Surat Permohonan Wali dan Ijin Jual;
  2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Pemohon;
  3. Fotokopi Kartu Keluarga;
  4. Fotokopi Akta Nikah / Buka Nikah;
  5. Fotokopi Akta Kematian;
  6. Fotokopi Akta Kelahiran Anak;
  7. Fotokopi Surat Keterangan Waris dari Kelurahan;
  8. Fotokopi Sertifikat / Surat Tanah yang akan dijual;


Selanjutnya untuk masing-masing fotokopi bukti surat tersebut harus ditempeli materai Rp.6.000,- dan stempel atau dicap pos;

Selain itu, Pemohon juga harus menghadirkan saksi-saksi guna didengar keterangannya sesuai dengan bukti surat yang diajukan;

Saksi yang dihadirkan minimal 2 (dua) orang yang dewasa yang benar-benar mengetahui tujuan Pemohon mengajukan permohonan Wali dan Ijin Jual tersebut;


Namun kebanyakan masyarakat awan masih bingung bagaimana cara membuat surat permohonan Wali dan Ijin Jual bagi anak yang belum dewasa yang baik dan benar;

Berikut kami bagikan contoh surat permohonan Wali dan Ijin Jual bagi anak di bawah umur yang diajukan di Pengadilan Negeri yang baik dan benar agar permohonannya dikabulkan;

Contoh Surat Permohonan Wali dan Ijin Jual di Pengadilan Negeri


Muntok, ....... 2019


Kepada Yth :
Ketua Pengadilan Negeri ......
Di-
      .......

Perihal : Permohonan Wali dan Ijin Jual

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini  : ........, umur .... tahun, jenis kelamin Perempuan, Kebangsaan Indonesia, Agama ......, Pekerjaan ........,  tempat tinggal di .........., selanjutnya disebut sebagai Pemohon ;

Dengan ini mengajukan permohonan Perwalian untuk anak yang belum dewasa, dengan alasan-alasan sebagai berikut :
  • Bahwa Pemohon ....... dengan ......., pada tanggal ....... telah melangsungkan perkawinan secara sah di ....., sebagaimana tercatat dalam Kutipan Akte Nikah Nomor  ....... tertanggal .......;
  • Bahwa dalam perkawinan tersebut telah dikaruniai ... (...) orang anak diantaranya : 1. ......, Jenis Kelamin ...., lahir di ....., tanggal .... (usia .... tahun) 2......, Jenis Kelamin ....., lahir di ..... tanggal ..... (usia .... tahun);
  • Bahwa  semasa hidup Suami Pemohon memiliki sebidang tanah yang terletak di ............. sesuai dengan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Atas Bidang Tanah Nomor ............tanggal......;
  • Bahwa Pemohon dan Suami Pemohon masih mempunyai anak yang  masih dibawah umur ( belum dewasa ) ; 
  • Bahwa  suami pemohon bernama : ....., telah meninggal dunia pada tanggal ....... Sebagaimana tercatat dalam Surat Keterangan Kematian / Akta Kematian No ..... yang dikeluarkan oleh ..... tanggal .......;
  • Bahwa Setelah suami pemohon meninggal dunia, maka Hak waris tanah tersebut sekarang atas nama pemohon dan anak – anak pemohon termasuk anak-anak pemohon yang belum dewasa;
  • Bahwa pemohon dan anak anak pemohon berkeinginan  untuk menjual tanah waris tersebut  untuk kepentingan pendidikan dan kebutuhan perawatan anak-anak Pemohon serta untuk kebutuhan sehari-hari;
  • Bahwa  oleh karena anak pemohon masih ada yang  dibawah umur, maka pemohon mengajukan permohonan kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri ..... untuk memberi izin kepada Pemohon dan anak-anak pemohon  guna menjual tanah  tersebut ;  


Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas, pemohon mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri ..... kiranya berkenan memeriksa permohonan pemohon dengan memanggil pemohon di persidangan, setelah memeriksa bukti bukti yang pemohon ajukan berkenan pula memberikan penetapan yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
  1. Mengabulkan permohonan pemohon tersebut ;
  2. Memberi izin kepada Pemohon dan anak-anak pemohon untuk menjual sebidang tanah di .........,  berdasarkan  Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Atas Bidang Tanah  Nomor ......... tanggal .....;
  3. Membebankan biaya permohonan ini kepada pemohon ;


Demikianlah permohonan ini dibuat, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih


Hormat Pemohon


Materai


.......



Demikianlah contoh surat permohonan wali dan ijin jual yang diajukan ke Pengadilan, semoga dapat bermanfaat dan menjadi referensi hukum dalam mengatasi permasalahan hukum yang sedang dihadapi;

Sekian

Terima Kasih,,

BangDidav
BangDidav Hadir sebagai media alternatif untuk informasi, hiburan dan hukum

Posting Komentar untuk "Contoh Surat Permohonan Wali dan Ijin Jual Bagi Anak Yang Belum Dewasa di Pengadilan Negeri"