Skip to main content

Stop Membentak Anak!!! Ini Dampak Buruk Bagi Perkembangan Otaknya

efek membentak bagi perkembangan otak anak
Anak adalah anugrah Tuhan yang sangat berharga yang diberikan secara istimewa kepada manusia-manusia yang dipilihNya;

Sebagai makhluk Tuhan yang masih suci bak kertas putih, Anak hanya dapat merekam apa yang mereka lihat dan dengar dan belum dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk;

Dampak Buruk Membentak Anak


Oleh karena belum dapat memilah mana yang baik dan mana buruk, terkadang Anak terlihat aktif serta banyak ulah yang dilakukannya;


Jangan dianggap bahwa anak yang aktif merupakan anak yang nakal atau bandel, justru sebaliknya anak yang aktif menandakan bahwa otaknya sedang berkembang;

Tugas orangtua adalah menuliskan catatan baik pada kertas putih ini, tingkah laku anak ke depannya tergantung pada tingkah dan perilaku orangtua kepada anaknya;

Sebagai orangtua yang baik, tentunya kita sangat menyanyangi buah hati kita dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi segala keinginannya;

Namun terkadang ketika tubuh dan pikiran sedang lelah, ketika melihat anak-anak tak bisa diam atau rewel, tiba emosi memuncak, tanpa sadar dan khilaf kata-kata keras mendarat di telinga sang malaikat kecil ini;

Membentak adalah salah satu cara untuk melampiaskan rasa marah, lelah tubuh dan pikiran, dan setelah itu mungkin akan membuat kamu lega;

Namun jika hal tersebut sering dilontarkan kepada anak akan sangat berbahaya bagi perkembangan psikis anak;

Sangat sayangkan jika hal  tersebut sering terjadi, sebab pada usianya yang belia, ia juga belum mengerti isi dari bentakan tersebut;

Tahu kah kamu, membentak anak secara tidak langsung memberikan dampak buruk yang akan merusak jiwa dan mental anak;

Berikut dampak buruk sering membantak anak bagi perkembangan otak anak;

1. Anak menjadi Agresif


Membentak anak pada usia keemasan (usia 3-5 tahun) perkembangan otaknya sedang pada puncaknya adalah hal yang sangat fatal dilakukan oleh orangtua;

Sebab pada usia tersebut, anak dalam masa mengcopy dalam artian anak hanya dapat meniru apa yang ia dengar dan ia lihat;

Dengan membentak, anak akan menjadi sangat agresif jika intensitas bentakan sering diterimanya;

Biasanya anak akan meniru ucapan dan ekspresi bahkan memperaktekkan cara orangtua yang membentak dirinya;

Dan lebih parah lagi, anak akan suka melakukan kekerasan seperti memukul, mendorong atau menyakiti temannya;

2. Anak Sulit Dikendalikan


Seringnya membentak anak akan sangat berbahaya bagi pengendalian prilaku anak;

Sebab bisa jadi anak telah terbiasa dengan ocehan atau bentakan orangtuanya sehingga lambat laun ia akan mengabaikan perintah orangtuanya dan sulit untuk dikendalikan;

Efek yang sangat berbahaya lagi, anak akan tidak percaya lagi dengan orangtuanya dan justru lebih nyaman bersama orang lain yang baru dikenalnya;

3. Membuat Anak Menjadi Penakut / Cengeng


Dengan rasio bentakan yang sering ia terima, anak akan menjadi penakut atau cengeng;

Dengan demikian anak akan sangat sulit untuk berbaur atau beradaptasi dengan lingkungan atau teman-temannya bahkan akan menarik dari dari lingkungannya;

Hal tersebut dikarenakan anak menjadi tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahanya sehingga akan membuatnya bingung dan menangis;

4. Anak Tidak Percaya Diri


Membentak anak akan membuat dirinya merasa tidak dihargai oleh orangtua, karena bisa jadi prilaku yang ia lakukan hanya untuk menunjukkan kepandaiannya dihadapan orangtuanya;

Namun oleh karena ia belum dapat menentukan mana baik dan mana yang buruk, terkadang orangtua menganggap anak bertingkah nakal sehingga membentak anaknya agar berhenti melakukan kegiatannya;

Hal tersebut membuatnya kecewa atau berkecil hati sehingga akan berakibat pada kepercayaan diri anak yang hilang;

5. Bermasalah Dengan Konsentrasi


Membentak anak akan mengakibatkan masalah emosional anak sehingga membuat anak sulit untuk berkonsentrasi;

Efek dari bentakan akan membuat anak menjadi seseorang yang bingung, anak akan sulit untuk memfokuskan diri terhadap suatu kegiatan atau permasalahan yang dihadapinya;

Sebab dengan bentakan secara tidak langsung akan merusak sel-sel otak yang digunakan untuk alat berpikir dan berkonsentrasi;

Efek jangka panjang akan dirasakan ketika ia telah bersekolah nantinya, ia akan sulit untuk menerima materi pelajaran karena bermasalah dengan konsentrasinya;

Hal yang harus dilakukan orangtua apabila terlanjur membentak anak


Jika sudah terlanjur kelepasan membentak anak, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan oleh orangtua untuk meminimalisir dampak buruk bagi anak, antara lain :

1. Segera Meminta Maaf Kepada Anak


Tak ada yang salah, jika orangtua meminta maaf kepada anaknya jika berbuat kesalahan;

Justru hal tersebut mengajarkan perilaku baik kepada anak untuk terbiasa meminta maaf;

Dengan ucapan yang lembut dan pelukan akan membuat anak merasa menjadi kembali dihargai dan disayang;

2. Tarik Nafas Dalam-Dalam


Ketika terlanjur membentak anak, sesegera diam dan menarik nafas dalam-dalam dan beristigfar;

Dengan melakukan hal tersebut, emosi kamu akan sedikit mereda sebab ketika emosi napas akan terasa pendek dan otot-otot menegang;

3. Menghibur Anak


Ketika emosi telah mereda dan meminta maaf kepada anak, orangtua segera menghibur anakanya yang sedang murung akibat kecewa;

Dengan sedikit candaan, ajak ia bermain atau janjikan sesuatu yang ia sukai, dengan bagitu ia akan kembali ceria dan melupakan kejadian tersebut;

4. Beritahu Jika Kamu Menyayanginya


Setelah itu jangan lupa memberitahu kepada anak bahwa apa yang kamu lakukan tersebut demi kebaikannya dan kamu sangat menyayanginya;

Dengan begitu, ia akan merasa disayangi oleh orangtuanya dan ia akan kembali ceria;

Demikianlah dampak buruk membentak anak bagi perkembangan otaknya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua;

Sebab anak mencerminkan orangtuanya sehingga sangat disayangkan jika kita mengabaikan hal-hal kecil namun berbahaya demi kepentingan kita sendiri selaku orangtua;

Ada istilah, jika kamu ingin anakmu sholeh, maka terlebih dahulu kamu harus menjadi sholeh;

Sekian

Terima Kasih..

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar