Skip to main content

Hidroponik, Media Edukasi Bagi Anak

Mengajarkan Anak bercocok tanam sejak dini merupakan hal yang sangat baik dilakukan oleh orangtua;

Selain sebagai dapat dijadikan media hiburan dan bermain, bercocok tanam juga dapat dijadikan media edukasi bagi anak-anak;

Hidroponik, Media Edukasi Bagi Anak

Sehari-hari anak-anak khususnya anak-anak jaman sekarang hanya melihat hasil dari bercocok tanam seperti bayam, sawi, kangkung, cabe dan sebagainya;

Namun anak-anak tidak mengetahui bagaimana proses atau cara menanam sayuran-sayuran tersebut;

Sering juga kita jumpai bahwa sebagian anak tidak menyukai sayuran hijau, padahal sayuran hijau sangat berguna bagi tumbuh kembang anak.

Dengan mengajarkan anak-anak bercocok tanam untuk mulai menanam sayuran-sayuran dari awal hingga panen sehingga membuat anak lambat laun akan menyukai hasil tanamannya;

Namun terkadang bagi orang tua, apalagi yang tinggal di perkotaan atau perumahan yang memiliki tanah terbatas merupakan hal yang sangat sulit dilakukan.

Dengan keterbatasan lahan sangat sulit untuk menanam tanaman apalagi tanaman sayur-sayuran yang membutuhkan lahan / media yang cukup;

Hidroponik. Merupakan sebuah solusi terbaik untuk bercocok tanam bagi orang tua untuk memperkenalkan sejak dini sayuran hijau agar anak lebih menyukai sayur-sayuran;
Hidroponik dari botol bekas. Photo by cekhargeterkini.com
Selain itu Hidropinik juga mengejarkan anak-anak untuk memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media bercocok tanam seperti botol bekas, derigen bekas, nampan bekas, pipa paralon dan sebagainya;

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan sistem menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas;

Keuntungan Tanaman Hidroponik


Adapun keuntungan Tanaman Hidroponik adalah :
  • Tidak membutuhkan media tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Media tanam dapat digunakan berulang kali
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat
Dengan memberikan tanggung jawab pada anak-anak untuk merawat sayuran secara sederhana tersebut dapat menjadi sarana pendidikan dan menumbuhkan rasa mencintai sayuran.

Kitapun dapat mengajari sampai pada pengolahan hasil dengan memasak bersama.

Pada saat makan bersama kita dapat memeberikan rasa bangga pada diri anak bahwa hari ini kita makan hasil prestasi dan ketekunan anak;

Jenis sayur-sayuran yang sangat mudah dijadikan media hidroponik adalah 
  • Bayam
  • Brokoli
  • Buncis
  • Cabe
  • Daun Bawang
  • Kailan
  • Kangkung
  • Pare
  • Sawi
  • Selada
  • Seledri
Jensi sayur-sayuran tersebut diatas merupakan jenis tanaman hidroponik yang paling sering dikonsumsi dan yang paling mudah tumbuh serta mudah dalam perawatannya;

Selain itu tanaman sayur-sayuran ini tidak tumbuh lebih dari 30 hari sudah dapat dipanen;

Manfaat mengajarkan anak berhidroponik sejak dini yaitu :


1. Mengenal anak dengan sayur-sayuran hijau;


Dengan mengenalkan anak-anak dengan sayuran hijau, lambat laun akan membuat akan mencintai tanaman hijau sehingga akan merubah pandang negatif anak terhadap sayuran hijau yang dianggap tidak enak;

2. Mengalihkan anak dari Gadget


Dijaman milenial ini, segala hal dapat ditemukan didalam gadget sehingga membuat antara anak dan gadget seakan tidak dapat dipisahkan.

Berbagai hiburan seperti menonton video, games dan sebagainya membuat anak terhipnotis sehingga membuat anak tidak bisa dijauhkan dari Gagdet.

Efek negatif dari gadget mulai radiasi hingga masalah kesehatan menghantui anak-anak;

Dengan mengalihkan kegiatan anak terutama bercocok tanam secara hidroponik membuat anak-anak sedikit demi sedikit akan menghilangkan kebiasaan anak untuk menggunakan gadget;

3. Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab


Dengan bercocok tanam terutama hidroponik, mengajarkan anak untuk bertanggung jawab mulai dari perawatan bibit (semai) / benih hingga masa panen;

Sehingga akan membangun jiwa bertanggung jawab, sebab anak akan merasa senang melihat tumbuhan hasil tanamnya berbuah;

4. Membuat anak menjadi bangga


Dengan melihat hasil tanamnya apalagi melihat hasil panennya dijadikan masakan, membuat anak merasa bangga sehingga membuat anak akan terus berusaha menanam kembali tanamannya;

5. Menumbuhkan kreatifitas anak

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tanaman hidroponik dapat diambil dari barang-barang bekas seperti botol bekas, nampan bekas, pipa paralon dan sebagainya;

Hal tersebut akan menumbuhkan jiwa kreatifitas anak untuk memanfaatkan barang bekas yang ada;

Contoh Hidroponik sederhana yang dapat diajarkan kepada anak pada tanaman kangkung;



Hidroponik sederhana yang dapat diajarkan kepada anak biasanya dengan metode Wick System, media tanam dari sistem ini dapat digunakan dari botol bekas atau nampan bekas;

Wick system merupakan teknik yang paling sederhana dan populer digunakan oleh para pemula.

Sistem ini termasuk pasif dan nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu.

Wick system hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil. Sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak air;

Persiapan dan bahan :
  • Biji Kangkung (secukupnya) dapat dibeli di toko pertanian
  • Pupuk A dan pupuk B (AB Mix) juga dapat dibeli di toko pertanian
  • Air bersih
  • Baskom 
  • Keranjang berlubang

Cara pembibitan:

- Cuci bersih biji Kangkung buang biji yang mengambang
- Rendam biji kangkung dalam baskom semalaman
- Keesokan harinya tiriskan biji kangkung dalam baskom jaring

- Ambil baskom lagi dan isi dengan campuran pupuk A dan pupuk B, dengan perbandingan 1 liter air ditambahkan 5 ml pupuk A dan 5 ml pupuk B.
- Letakkan baskom jaring di atas baskom air campuran pupuk tadi. Air jangan melebihi batas bawah baskom jaring. Agar bibit tidak busuk
- Setelah itu taruh baskom di tempat yang terkena sinar matahari langsung

- Setelah Kangkung tumbuh dengan baik tugas anak untuk menambah air nutrisi atau mengganti air bila air di baskom sudah bau.
- Setelah usia 2 minggu kadar nutrisi di tambah perbandingannya 1 liter air ditambah pupuk A 10 ml dan pupuk B 10 ml.
- Setelah minggu ke 3-4 kangkung sudah siap dipanen

Gimana?? Mudah bukan? Ayo berhidroponik!!

Demikianlah pentingnya mengajarkan anak pada tanaman hidroponik, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua terutama anak-anak dalam masa pertumbuhannya dan menjauhkan anak-anak dari efek negatif dari jaman moderen ini;

Sekian...

Terima Kasih...





Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar