Skip to main content

Apa Itu Donor Darah? Apa Manfaat dan Efek Sampingnya?

Berbagai alasan dari sebagian orang untuk tidak mau menyumbangkan darahnya atau donor darah mulai dari alasan takut, sibuk atau entah karena memang belum memahami manfaat dari donor darah;

Takut dengan jarum suntik merupakan salah satu penyebab seseorang enggan untuk mendonorkan darahnya.

Manfaat dan Efek Samping Donor Darah

Apalagi jarum yang digunakan untuk mengambil darah tidak sama dengan jarum suntik pada umumnya, dengan ukuran yang lebih besar membuat nyali seketika ciut melihat ukurannya;

Namun ada juga sebagian orang yang menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, sebab donor darah merupakan salah satu usaha untuk berbakti sosial sekaligus untuk menjaga kesehatan tubuh;
Donor Darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela atau pengganti untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah bagi yang membutuhkan darah
Apapun jenis golongan darah kamu, pasti ada yang membutuhkannya meskipun ada beberapa jenis golongan darah yang lebih "diminati".

Terutama untuk golongan darah yang langka seperti O negatif dan B negatif. Namun bagi orang yang membutuhkan setetes darah kamu akan sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup seseorang,;

Untuk itu tidak ada salahnya untuk mencoba mendonorkan darah kamu. Selain itu kamu juga akan merasakan dampak positif dari kebiasaan ini;

Tahukah kamu? Dirilis dari Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) bahwa di sebuah negara sangat membutuhkan minimal 2 % darah setiap hari dari jumlah penduduknya atau 4,5 juta kantong per tahunnya.

Jadi donor darah, selain untuk menjaga kesehatan juga dapat dijadikan ladang amal karena dapat membantu orang lain yang membutuhkan.

Jadi bayangkan saja untuk satu kali donasi darah, kamu dapat menyelamatkan 3 (tiga) nyawa sekaligus. Luar biasa!

Di Indonesia, rata-rata jumlah darah yang diambil adalah 250cc hingga 500cc.

Untuk durasi donor darah, kamu dapat melakukan donor darah selama lima kali dalam setahun dengan jarak durasi setidak-tidaknya tiga bulan;

Namun sebelum kamu melakukan donor darah, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu syarat untuk melakukan donor darah.

Palang Merah Indonesia (PMI) mensyaratkan beberapa hal ini ketika akan mendonorkan darah:
  • Berumur 17-60 tahun.  Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua. 
  • Berat badan minimum 45kg.
  • Temperatur tubuh: 36,6°C-37,5°C yang diukur secara oral.
  • Tekanan darah baik:
  • Sistole = 110-160mm Hg dan Diastole = 70-100mm Hg.
  • Denyut nadi: teratur 50-100 kali per menit
  • Hemoglobin:
  • Wanita minimal = 12gr % sedangkan Pria minimal = 12,5gr %
Jika kamu tidak dapat memenuhi syarat tersebut, kamu tidak boleh melakukan donor darah.

Wanita yang sedang hamil, menjalankan IVF, mengonsumsi jenis obat tertentu, dan baru saja menerima transfusi darah juga tidak diperbolehkan menjadi donor;

Selain memberikan manfaat yang sangat luar biasa bagi orang yang membutuhkannya, ternyata donor darah sangat banyak manfaatnya lho.

Berikut manfaat dan efek samping bagi kamu yang suka mendonorkan darahnya;

Manfaat Donor Darah 


1. Menjaga Kesehatan Jantung


Manfaat positif yang pertama kali akan kamu rasakan dari kegiatan mendonorkan darah adalah menjaga kesehatan jantung.

Sebab jantung merupakan alat yang bertugas langsung untuk memompa darah hingga mengalirkan darah keseluruh tubuh; 

Lho kok bisa? Dengan melakukan donor darah secara teratur akan menurunkan resiko penyakit jantung sebab dengan melakukan donor darah akan menurunkan sifat kekentalan dari dalam tubuh kamu;

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 bahwa dengan melakukan donor darah secara teratur akan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dan menurunkan resiko serangan jantung ;

Karena tingginya kadar zat besi dalam tubuh serta kekentalan darah dalam tubuh akan meningkatkan resiko penyakit jantung;

Zat Besi dalam jantung akan menyebabkan terjadinya oksidasi kolesterol sehingga akan menyebabkan resiko serangan jantung dan stroke.

Dengan melakukan donor darah secara rutin akan menunrunkan kadar zat besi dalam tubuh kamu;

2. Mereproduksi Sel Darah Merah


Dengan melakukan donor darah secara rutin akan sangat membantu untuk mengurangi sel darah merah dalam tubuh kamu;

Sehingga setelah kamu melakukan donor darah, sumsum tulang belakang kamu akan mereproduksi kembali sel darah merah yang baru untuk menggantikan sel darah merah yang hilang;

Dengan bergantinya sel darah merah dalam tubuh dengan darah merah yang baru membuat peredaran darah menjadi lancar sehingga tubuh akan selalu sehat serta bebas dari berbagai penyakit terutama penyakit jantung;

3. Donor Darah Dapat Menurunkan Berat Badan


Bagi kamu yang sedang menjalani program diet atau program menurunkan berat badan, donor darah merupakan salah satu alternatif yang dapat menunjang atau membantu program diet kamu;

Tahukah kamu? Dengan mendonorkan darah kamu sebanyak 450 ml darah kalori yang dibakar dalam tubuh kamu sebanyak 650 kalori.

Jadi jika kamu melakukan donor darah secara rutin, tidak menutup kemungkinan lemak darah dalam tubuh juga berkurang sehingga program diet kamu akan berhasil;

4. Mendeteksi Penyakit


Donor darah juga dapat dijadikan cara untuk mendeteksi untuk mencegah atau mengobati suatu penyakit.

Sebab dengan prosedur standar yang dilakukan yaitu mengecek kondisi darah, kamu dapat mendeteksi penyakit lebih dini untuk mengetahui penyakit apa yang sedang kamu derita;

Berbagai penyakit yang berhubungan dengan darah seperti HIV, Hepatitis, Kolesterol, Malaria, Demam Berdarah dan sebagainya;

5. Menurunkan Resiko Kanker


Sama halnya dengan menjaga kesehatan Jantung, donor darah juga sangat bermanfaat untuk menurunkan resiko terserang kanker.

Sebab dengan melakukan donor darah secara rutin, tubuh kamu akan terus mereproduksi darah yang baru sehingga akan tetap menjadi kesehatan darah dan tubuh serta terhindar dari berbagai penyakit berbahaya seperti kanker darah;

6. Menyelamatkan Nyawa Orang Lain


Banyak nyawa bisa diselamatkan dan banyak harapan bisa diberikan dengan melakukan donor darah.

Darah yang telah didonorkan dapat diberikan kepada pasien darurat medis seperti korban kecelakaan, pasien operasi besar, penderita kanker atau kelainan darah, atau bahkan bayi baru lahir dengan kondisi medis tertentu.

Makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi sebelum dan sesudah mendonorkan darah


Ada baiknya kamu menjaga waktu makan yang tertatur beberapa hari sebelum mendonorkan darah agar gula darah kamu lebih stabil.

Hal ini penting supaya kamu tidak merasa pusing setelah mendonorkan darah.

Mengonsumsi makanan sebelum melakukan donor juga dapat membantu level gula darah. Pastikan pula kalau kamu rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi;

Contohnya daging merah dan sayuran hijau. Hal yang tak kalah penting adalah menjaga cairan tubuh sebelum mendonorkan darah supaya kamu tidak dehidrasi setelah melakukannya.

Begitu pula setelah mendonorkan darah. Kamu dianjurkan untuk makan makanan yang tinggi zat besi dan menjaga cairah tubuh.

Minum juga susu yang bisa membantu tubuh untuk memproduksi sel darah baru.

Tapi, kamu tak usah khawatir soal yang satu ini karena setelah mendonorkan darah petugas biasanya akan memberikan minuman ini disertai air putih dan beberapa kudapan kecil.

Tujuannya untuk mengembalikan tenaga kamu agar kamu bisa dapat langsung beraktivitas kembali

Efek Samping Donor Darah

Namun disisi lain sebagian orang bertanya-tanya termasuk penulis sendiri, apakah ada efek samping dari kegiatan donor darah ini seperti tertular penyakit, pendarahan dan sebagainya?
  • Seperti kita ketahui bahwa donor darah lebih aman dilakukan untuk orang dewasa yang sehat. Tidak ada resiko terkena atau terinfeksi penyakit baru karena peralatan steril selalu digunakan untuk setiap pendonor. 
  • Setelah melakukan donor darah, beberapa orang mungkin akan mengalami pusing atau mual. Kondisi ini akan terjadi beberapa menit. 
  • Untuk mengantisipasi hal tersebut coba lah untuk berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari badan untuk mengembalikan kondisi tubuh. 
  • Kemungkinan juga dapat terjadi pendarahan ditempat jarum ditusukkan. Tekan bagian tersebut dan mengangkat lengan selama beberapa menit untuk menghentikan terjadinya pendarahan. 
  • Kondisi ini juga dapat menyebabkan memar pada bagian tersebut.
Namun efek samping diatas tersebut merupakan hal yang biasa terjadi pada setiap donor darah dan akan hilang secara sendirinya;

Apalagi bagi kamu yang sudah terbiasa atau rutin menyumbangkan darahnya sehingga akan menjadikan kebiasaan bahkan akan menjadi salah satu alternatif gaya hidup sehat jaman now;

Demikianlah informasi mengenai donor darah serta berbagai manfaat dan efek samping dari donor darah;

Selain merupakan salah satu kegiatan sosial karena dapat membantu sesama yang membutuhkan juga dapat dijadikan pola hidup sehat sehingga kita dapat terhindar dari berbagai penyakit berbahaya;

Semoga Bermanfaat..

Sekian..

Terima Kasih..
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar