Skip to main content

Mengenal Food Coma dan Cara Mengatasinya

Banyaknya Hormon Serotonin dan Melatonin yang dihasilkan dari makanan dan minuman yang mengandung tinggi Karbohidrat dan Tritofan;

Ilustrasi Food Coma. Photo by www.times.banyuwangi.com
Makanan dan minuman tersebut dapat merangsang rasa ngantuk, lemas, lelah yang berlebihan.

Mengenal Food Coma dan Cara Mengatasinya


Makanan dan minuman yang mengandung hormon tersebut seperti nasi, kentang, pisang, roti dan susu;

Selain merasa lemas dan mengantuk, gejala dari Food Coma antara lain seperti perut merasa begah, kembung, pusing dan tidak berkonsentrasi;

Food Coma merupakan hal yang wajar yang terjadi pada setiap manusia namun rasa lemas dan kantuk setelah makan;

Hal tersebut tentunya akan sangat mengganggu aktifitas kita dan juga dapat disebabkan dari gangguan kesehatan tertentu;

Berikut Bang Didav telah merangkum beberapa cara untuk mengatasi Food Coma agar kita terhindar dari penyakit, Check It Out!

1. Atur porsi makan. 


Ada istilah mengatakan "makanlah selagi lapar, berhentilah ketika kenyang". Pepatah ini sangat berlaku bagi kamu yang mengalami kondisi Food Coma;

Menurut penelitian, jika terlalu banyak makan maka tubuh akan membutuhkan energi yang besar untuk mencerna makan dalam jumlah yang besar sehingga akan menyebabkan tubuh merasa lemas, lelah dan ngantuk.

Oleh karena otu atur porsi makan kamu jangan terlalu banyak dan jangan pula terlalu sedikit;

Selain mengatur porsi makan, juga penting memperhatikan tekstur makanan karena tekstur makanan yang keras akan cendrung dapat menyebabkan Food Coma.

Oleh karena itu makanlah makanan yang bertekstur lembuh yang mudah dicerna oleh tubuh seperti makanan berkuah, sayuran dan sebagainya;

2. Jangan langsung duduk dan tiduran setelah makan


Sebaiknya lakukan aktivitas ringan setelah kamu makan, seperti berjalan mengelilingi ruangan. Jangan langsung duduk dan tiduran, hal tersebut akan sangat cepat memicu terjadinya Food Coma;

Melakukan gerak tubuh tersebut setelah makan sangat penting karena dapat memperlancar perdarahan dan perpindahan makanan ke sistem pencernaan tubuh serta dapat menurunkan kadar gula dalam tubuh;

3. Hindari makanan dan minuman dengan kadar gula, lemak dan karbohidrat yang tinggi


Sebaiknya pilih menu makanan atau minuman dengan kandungan gula, lemak, dan karbohidrat rendah agar kamu terhindar dari gejala Food Coma;

Atur kandungan gula, lemak dan karbohidrat falam makanan agar seimbang dengan kebutuhan tubuh kita;

4. Jangan terlalu cepat menelan makanan


Kontrol kecepatan mengunyah makanan kamu, jangan terburu-buru untuk menelan makanan karena akan sangat mengganggu sistem pencernaan kita;

Kunyah makanan secara perlahan. Menurut penelitian mengunyah makanan yang baik sebanyak 32 kali kunyahan;

Sehingga akan mempermudah sistem pencernaan kita bekerja dengan baik sehingga tubuh tidak terlalu banyak mengeluarkan energi untuk mencerna makanan yang dapat menyebabkan tubuh kelelahan;

5. Minum air putih sebelum makan


Hal ini sangat membantu kinerja sistem pencernaan tubuh kita sehingga bekerja lebih optimal;

Minum air putih sangat bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan juga agar terhindar dari dehidrasi.

Oleh karena itu minum air putih 30 menit sebelum makan akan sangat membantu kinerja sistem pencernaan tubuh kita dan juga dapat mengontrol rasa lapar;

6. Atur jam makan

Sangat penting untuk mengatur waktu makan kamu, supaya kamu tidak merasa kelaparan sehingga akan menyebabkan nasfu makan tidak terkontrol;

Sering terjadi pada orang-orang yang bekerja dengan jam kerja yang terlalu padat sehingga kadang melupakan waktu makan dan melakukannya pada satu waktu makan.

Hal tersebut sangatlah tidak baik karena menumpuk makanan akan sangat beresiko kamu terkena Food Coma;

Usahakan mengatur jam makan agar dapat mengatur nasfu makan dan jika perlu bawa makan kecil untuk menjaga agar kamu tidak merasakan lapar yang berlebihan;

Semoga bermanfaat.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar